Mana Bahan Material Rumah Terbaik? Kayu, UPVC, atau Aluminium?

Mana Bahan Material Rumah Terbaik? Kayu, UPVC, atau Aluminium?

Membangun rumah bukan hal yang main-main karena rumah akan ditinggali dalam jangka panjang. Segala material yang dibutuhkan serta peletakan ruangan juga berbagai barang harus dipikirkan matang-matang. Hal ini bertujuan agar kenyamanan dan keamanan yang tentunya harus didapatkan dari sebuah rumah.

Salah satu hal yang krusial dan harus dipikirkan baik-baik adalah peletakan pintu yang merupakan hal yang berfungsi sebagai jalan masuk penghuni nantinya, dan juga menjadi salah satu tempat pertukarannya sirkulasi udara. Tentu tidak hanya pintu seorang diri, daun pintu harus dipasangkan juga bersama kusen. Tidak hanya peletakannya saja, hal lain yang juga harus diperhatikan adalah teknik pemasangannya, bahan hingga biaya yang dibutuhkan.

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Material Kayu, UPVC, dan Aluminium

Bahan Material Rumah Terbaik

Ada banyak bahan-bahan material yang digunakan untuk pembangunan rumah, tiga yang populer untuk dijadikan kusen dan pintu adalah kayu, UPVC, dan aluminium. Berikut adalah perbandingan kelebihan dan kekurangan dari ketiga bahan material tersebut.

Bahan Kayu

Kelebihan kusen dan pintu berbahan kayu adalah terkesan natural, sehingga bahan ini cocok sekali digunakan untuk konsep tradisional. Apalagi jika memilih dari kayu jati yang terkenal akan kekokohnya. Selain memiliki sentuhan alam di dalam rumah anda, bahan kayu kuat tergantung dari jenis kayunya, semakin baik jenisnya maka akan semakin kokoh. Tak hanya kesan natural, kokoh, pintu dan kusen kayu juga memiliki kesan elegan. Kayu juga bisa menahan suhu yang cepat berganti, sehingga bisa digunakan untuk pintu masuk rumah yang biasanya sering terpapar panasnya sinar matahari dan dinginnya malam.

Namun, bahan kayu mudah sekali untuk dimakan rayap, belum lagi diperlukan perawatan rutin dengan coating agar selalu tahan lama. Kayu juga bisa memuai sehingga menyebabkan pintu sulit untuk dibuka atau ditutup rapat. Selain itu, kayu berkualitas juga sudah sulit ditemukan, jika ada pun harganya tidak murah. Bahan yang satu ini memerlukan biaya lebih mahal hingga perawatannya yang sedikit rumit.

Bahan UPVC

UPVC atau Unplasticized Poly Vinyl Chloride memiliki bahan dasar mirip plastik tapi sudah diproses sehingga lebih keras dan kuat. Dengan begitu, tentunya kusen dan pintu UPVC bisa lebih awet dibandingkan kayu karena tidak dimakan rayap. Tidak seperti kayu, bahan ini tidak memuai atau tidak mengalami penyusutan karena perubahan cuaca. Pintu dan kusen UPVC bisa didaur ulang lho, sehingga lebih ramah lingkungan. Perawatannya pun mudah karena hanya perlu dibersihkan secara berkala dengan kain lap basah. Berdasarkan bahan, pemasangan hingga perawatan, bahan UPVC lebih murah dibandingkan dari dua bahan lainnya.

Kekurangan dari kusen dan pintu UPVC adalah biasanya, bahan ini diberi rangka tambahan, seperti baja sehingga lebih kokoh. Selain itu, juga diperlukan coating tambahan agar warna tidak mudah pudar. Nah karena hal ini, dibutuhkan bahan lainnya sehingga dibutuhkan tenaga dan biaya lebih.

Bahan Aluminium

Sama seperti bahan UPVC, bahan aluminium lebih tahan lama karena tidak dimakan rayap, tidak mudah menyusut atau memuai, tahan akan perubahan cuaca. Aluminium juga tidak berat sehingga mudah dalam pemindahannya. Begitu pula dengan cara perawatan yang tidak sulit. Bahkan, bahan aluminium lebih tahan terhadap api. Bahan aluminium juga mudah ditemukan dengan harga yang tidak begitu mahal.

Sayangnya, kusen dan pintu dari aluminium memiliki bentuk yang standar pabrik sehingga tidak bisa bervariasi dan biasanya tidak ada modifikasi. Memasang kusen aluminium pun juga lebih sulit sehingga harus ekstra hati-hati dan dilakukan oleh profesional.

Ketiga bahan material ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bisa dijadikan pertimbangan. Jadi sudah tahu bahan mana yang terbaik untuk kebutuhan pembangunan rumah anda?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *