Jenis dan Cara Kerja Penangkal Petir

Jenis dan Cara Kerja Penangkal Petir

Petir memang identik dengan hujan. Saat hujan deras, biasanya petir datang menyambar dengan suara yang begitu keras dan mengagetkan. Petir yang memiliki nama lain kilat merupakan sebuah aliran listrik dengan muatan negatif yang saling bergesekkan di awan sehingga seringkali muncul dengan suara-suara yang sangat keras. Beberapa penelitian mengenai petir sangat banyak dilakukan. Sebagian di antaranya menyatakan bahwa petir sangat rentan sekali menyambar benda-benda yang memiliki tinggi yang menjulang. Contoh sederhananya adalah pohon dan tiang-tiang tinggi. Mengapa hal demikian bisa terjadi?. Pada kenyataannya petir akan lebih sering menyambar pohon kelapa dan beberapa jenis pohon palem yang tinggi dibanding jenis pohon lainnya dikarenakan bentuk daunnya yang runcing-runcing atau panjang-panjang. Peristiwa itu dikarenakan listrik statis yang terdapat pada petir akan langsung menuju ke daun kelapa yang memanjang dan meruncing. Listrik statis pada petir cenderung lebih mudah masuk ke dalam benda yang memiliki bentuk meruncing daripada yang datar dan muatannya akan mudah berkumpul pada area yang runcing tersebut. Itu juga yang mendasari bentuk dari berbagai jenis penangkal petir yang umumnya berbentuk runcing. Penangkal petir tersebut dibuat runcing dibagian ujungnya agar mudah menarik muatan listrik pada petir yang akan menyambar bangunan di sekitarnya.

Kenali Jenis dan Cara Kerja Penangkal Petir Sebelum Memasangnya

Sebelum kita memasang penangkal petir pada sebuah bangunan atau area tertentu agar mengurangi resiko berbahaya saat hujan datang, sebaiknya kita mengenal lebih dahulu apa saja jenis penangkal petir dan bagaimana cara kerjanya. Pada beberapa kasus tertentu seperti pada benda-benda elektronik semacam hvac (heating, ventilitation, and air conditioner) biasanya dilengkapi dengan penangkal petir guna melindungi produknya dari kerusakan akibat sambaran petir. Biasanya para kontraktor listrik akan memberitahu penangkal petir jenis apa atau bagaimana yang dibutuhkan agar dapat melindungi produknya. Untuk itu, mari kita simak jeni-jenis penangkal petir dan cara kerjanya.

Penangkal Petir Konvensional

Jenis penangkal petir yang satu ini merupakan jenis penangkal yang standar dan sangat umum digunakan pada bangunan yang tidak terlalu tinggi seperti rumah, pertokoan, kantor kecil dan lainnya. Jenis penangkal ini terdiri dari besi baja dan tembaga yang berukuran kecil. Ujungnya dibuat runcing agar dapat dengan mudah menangkan muatan listrik pada petir dan biasanya diletakkan di atas atap rumah atau ruko. Cara mendapatkannya pun cukup mudah dan pemasangannya relatif sederhana.

Penangkal Petir Elektrostatis

Penangkal Petir Elektrostatis

Penangkal petir dengan jenis ini memiliki jangkaun yang lebih luas. Jenis bahan dan bentuk yang digunakan hampir sama dengan jenis yang sebelumnya. Hanya saja, proses pemasangannya cukup sulit dan relatif lebih lama. Alat ini biasanya digunakan untuk gedung tinggi, area terbuka khusus, kawasan industri dan lainnya.

Cara Kerja Penangkal Petir

Cara kerja kedua penangkal petir tersebut umumnya sama. Secara garis besar cara kerja penangkal petir adalah dengan mempertemukan muatan positif yang berada dalam tanah dengan muatan negatif yang berasal dari awan. Ketika awan yang mengandung muatan negatif mulai mendekati objek, maka secara langsung muatan positif di dalam tanah akan naik ke ujung. Saat muatan positif sudah berada di ujung bagian yang runcing, maka kedua muatan tersebut akan saling menarik. Dengan begitu, muatan positif dalam tanah akan menarik muatan negatif awan sehingga aliran listrik pada petir akan mengalir melalu kabel konduktor dan dialirkan masuk ke dalam tanah. Hal tersebut dibuat agar aliran listrik pada petir tersebut tidak dapat merusak benda-benda elektronik di sekitarnya.

Begitulah kurang lebih penjelasan mengenai jenis dan cara kerja penangkal petir. Saat hendak memasangnya untuk cakupan yang lebih luas, biasanya terdapat kontraktor khusus bidang ME seperti kontraktor hvac dan lainnya yang akan mengurusi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, cobalah berkonsultasi ke beberapa kontraktor sebelum memasangnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *